Tuesday, 26 May 2020

LDR (Lama-lama Di Restui)




Kau tahu, setiap orang pasti mempunyai  impian yang sudah pasti tinggi tanpa memikirkan kerealistisan hidup mereka. Ya, manusia memang selalu punya cara agar impiannya bisa menjadi kenyataan. Doktrin-doktrin untuk mencapai  impian itulah yang membawaku menjadi lebih berani keluar dari zona nyaman ini. Zona nyaman yang masih kurang aman, menurutku sih begitu. Kadang aku berfikir untuk hidup dengan cara yang lurus-lurus saja, kalian tahulah mana yang lurus mana yang belok. Hahaha ! Maksudku, hidup nyaman tanpa beban sepertinya sangat membosankan ! untuk pertama kali dalam hidupku, aku memutuskan untuk menjadi manusia yang Anti-mainstream. Berawal dari tekad dan niat , kisah ini dimulai. Bismillah.
Makhir adalah singkatan dari “Mahasiswa Akhir” yang bagi sebagian mahasiswa sangat menakutkan terutama mendengar kata Skripsi. Sebenarnya sih tidak begitu, persepsi kalianlah yang membuat sugesti didalam hati dan fikiran, sehingga terciptalah yang namanya “Takut”. Oh iya, nama gue Anto, tepatnya Lalu Anthony Sirhand, bukan Anthony Sisukaginting bukan pula Jhonatan Cristie? hahaha badminton lovers pasti taulah ya siapa cowok-cowok berprestasi di atas termasuk gue ! kalian pasti bingung kan mengapa nama gue ada kata “Lalu”? bukannya “Lalu” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yang banyank seperti sudah lampau atau bahkan artinya sama dengan  kemudian? Jadi gini, bapak gue seorang bangsawan dari Lombok yang menikah dengan orang Padang. Intinya “Lalu” adalah gelar bangsawan yang berasal dari Lombok. Sekarang lo paham kan Rik, Do, Ci ?
“Oh begitu ceritanya ton, jadi gini-gini lo bangsawan juga ternyata, hahaha ! ucap Erik sambil tertawa, dan Cia pun ikut tersenyum dengan bibirnya yang begitu indah merona.
“Dasar kalian, sini cepatan sungkem sama gue !!!
            Keseruan kami ber empat memang tidak ada bandingannya, kemanapun selalu bersama-sama dalam suka maupun duka, hingga pada suatu hari kami harus dipisahkan dengan adanya “Wisuda”. Kami senang karena menyelesaikan studi tanpa adanya cap “MaLa” alias Mahasiswa Lama. Namun dengan begitu, teman-teman yang selama ini selalu bersama gue harus kembali ke daerahnya masing-masing. Dony dari Banjarmasin, cowok sok keren yang katanya mirip banget sama penyanyi Tulus. Erik dari Bandung, cowok lumayan cool yang kata anak-anak kampus mirip banget sama pemain sinetron Aliando. Hahahaha.....aslinya masih kerenan gue kemana-mana, kata emak sih gitu. Namanya juga orang tua, sebagai anak harus percaya dong. Dan yang terakhir Cia dari Lombok, cewek satu-satunya yang selalu membuat hati gue berdegup kencang. Entah kenapa saat bertemu dengannya serasa mati gaya. Oh Cia.
Malam terakhir bersama mereka, kami habiskan waktu di Weekend Cafe yang biasa tempat kami nongkrong selama ini.
“Gue pasti gak bakalan kangen sama kalian, hahaha”. Ucap Erik sambil mengusap matanya yang kelihatan memerah.
Sekejap suasana menjadi hening. Dan Cia langsung menangis tanpa berkata-kata. Maklum, wanita memang diciptakan dengan hati yang begitu rapuh.
“Ah sudah, kalian ini macam anak kecil pula, kita ini gak bakalan berpisah selamanya kan ? sahutku sambil menghentak meja.
“Iya bener tuh, sahut Dony.
“Kalian masih bisa berkumpul, tapi mungkin aku tidak”  ! sahut Cia sambil mengusap air matanya.
“Kenapa ? Kau sudah tak ingin melihat kami lagi? Begitu? Tanyaku lagi.
“Aku sangat menyayangi kalian, tapi kalian tahu aku tidak bisa sembarangan pergi kemana-mana ketika sudah berada di Lombok ! Kalian sudah tahu apa maksudku. Tujuanku disini hanya untuk kuliah, dan mana mungkin aku diizinkan pergi kemana-mana dengan alasan bertemu dengan kalian”. Jelas Cia.
            Disaat itulah, mungkin hanya aku yang paling risau dan gundah, bagaimana bisa aku hidup tanpa Cia? Apa aku bisa melewati semuanya tanpa Cia? Apakah ini waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaan yang selama empat tahun aku pendam? Yah, mungkin ini saatnya, Ton ! setelah mikir beberapa saat, Dony pun menyahut .
“Gak apa-apa Ci, kami ngerti kok, gue ada ide, bagaimana kalo kita saja yang pergi ke tempatmu Ci? Setuju gak kalian?
“Gue mah setuju aja.” Sahut Erik sambil minum es tomat kesukaannya.
“Gue sih mau-mau aja sebenernya, hmmm sekalian aja gue bawa keluarga buat ngelamar Cia.” Kata gue didalam hati.
“Beneran nih kalian mau ke Lombok demi aku?” Sahut Cia, sambil tersenyum kecil.
“Yah siaaaappp, apa sih yang gak buat lo Ci, kan lumayan tuh sekalian kita liburan ke Gili.” Sahut Dony dan Erik dengan semangat.
“Yah gue sih ngikut kalian aja deh, oh ya Ci, ada yang ingin gue omongin sama lo. Penting ! nanti  selesai ini, okey?.” Muka gue seketika jadi kaku dan dingin.
“Mau ngomong apa? Sekarang aja ngomongnya ! jawab Cia.
“Iya lo ngomong aja sekarang, ngapain main rahasia-rahasiaan! Sahut Dony.
Gue terdiam seketika, merasa bersalah karena keceplosan bilang pengen ngomong berdua saja sama Cia. Gue gak tau apakah si Dony sama Erik tahu perasaan gue kepada Cia seperti apa, sebab setiap ada sesuatu yang menimpa Cia, mungkin gue yang selalu mengabaikannya. Padahal tidak !!! Guelah yang selalu merasa tersiksa ketika dia menderita. Menyembunyikan perasaan terhadap seseorang memang sangat menyiksa. Akhirnya dengan sedikit keberanian, gue mengatakan isi hati gue kepada Cia yang disaksikan langsung oleh kedua sahabat gue, Dony dan Erik.
“Semenjak kita bertemu pertama kali di Fakultas Seni Universitas Andalas, aku merasa kamulah tulang rusuk yang selalu aku cari selama ini. Ini bukan lebay atau alay ! Setiap melihatmu, entah dari kejauhan maupun berpapasan, hati ini selalu bergetar dan memanggilmu. Cia, maukah kamu menjadi Ibu untuk anak-anak kita nanti? Sahutku kepada Cia sambil menatapnya.
Cia hanya diam dan melihat wajah-wajah sahabatnya itu dengan penuh tanda tanya. Namun sebelum Cia menjawab, Erik langsung berdiri dan membuang gelas jus tomat yang masih terisi itu ke arah Anthon.
“Sialan lo Ton !  Bagaimana bisa lo suka sama sahabat lo sendiri? Munafik !!!” Sambil membuang gelas.
“Apa salahnya gue suka sama Cia? Lo gak ada hak buat ngelarang. Oke lo sahabat gue, tapi tidak semua tentang hidup gue lo bisa atur ! sahutku kepada Erik.
“Sejak dulu lo memang gak pernah menghargai persahabatan kita ! Di luar sana masih banyak  cewek yang bisa lo deketin, tapi kenapa malah lo rusak persahabatan ini. Persetan denga cinta !   kata Erik yang saat itu sedang emosi.
            Erik sebenarnya merupakan tipe cowok cool dan cuek dengan sesuatu yang menyangkut cinta, tapi sangat sensitif ketika teman atau sahabatnya diusik. Begitu emosinya Erik saat mengetahui gue ada rasa sama Cia. Duuuuuaarrrrr pecah suasana yang awalnya menyenangkan berubah menjadi mencekam.
“Sudaaaaaaaaahhhhh !!! kalian ini anak kecil atau apa sebenarnya? Kita ini sahabat, sudah 4 tahun, masak gara-gara hal sepele kayak gini kalian mau adu urat ah ? kalian sama sekali tidak menghargai persahabatan kita ! Sekarang keputusan ada sama Cia.” Teriak Dony.
            Dengan melihat keadaan tersebut, Cia sudah kehabisan kata-kata. Menangis adalah hal paling mudah saat itu, ketika melihat dua sahabatnya yang paling berharga dalam hidupnya seketika bertengkar hanya gara-gara dirinya.
“Kalo lo beneran peduli dengan persahabatan kita, lo harus lupain perasaan cinta kepada Cia. Kalo lo memilih tetap mencintainya, nikahi dia !” Sahut Erik yang sudah tidak bisa dikontrol lagi kata-katanya.
“Woiiiiiii lo lo pada bisa diam gak sih? Duduklah kalian ! selesaikan ini baik-baik. Nah sekarang Ci, lo harus mengambil keputusan.” Kata Dony sambil memegang bahu Erik dan Anthon agar bisa duduk lagi.
“Aku mencintaimu Anthon !” dengan seribu kelebihan dan kekuranganmu, aku sanggup menutupinya dan begitupun kamu, lengkapilah kekuranganku dengan seribu kelebihanmu. Tegas Cia.
Gue kaget bukan main ! Cia yang selama ini tidak pernah terbuka dengan kami mengenai perasaan cintanya terhadap seseorang, justru langsung to the point ! Dony tersenyum dan Erik langsung diam seribu bahasa.
“Jadi bagaimana nih? Berarti kalian harus LDR doang hahaha. Seru Dony memecah suasana.”
“Tidak ! seperti yang dikatakan Erik, gue akan menikahi Cia. Karena gue memilih persahabatan dan cinta !” jawabku kepada Dony.
            Erik langsung melihat ke arah Dony dan dooooorrrr dorrrrrr  doooooorrr suasana pecah untuk ke dua kalinya ! Damn !
“Hahahahaha akting gue bagus gak tadi Don?” Tiba-tiba Erik teriak lagi.
“Hahahahaha sumpah lo tuh cocok banget jadi Aliando KW 10. Lo jadi artis aja napa, biar gue juga bisa masuk infotaiment !” jawab Dony sambil tertawa terpingkal-pingkal.
“Ini maksudnya apa?” jawabku terheran-heran.
“Kita ini sama-sama cowok bro. Gue tau perasaan lo sejak awal ke Cia itu kayak apa. Apalagi lo tuh Don, pasti peka banget kan lo kalo masalah cinta-cintaan kayak gitu?” Jawab Erik sambil menunjuk Dony.
“Ya lo pan tau gue ahli cinta, Mbah Mijan mah lewat hahahaha.” Jawab Dony sambil melakukan tos tangan dengan Erik.
“Ahhh sialan lu pada, ngerjain gue lu yah ! awasss lu !” jawab gue kesal.
“Kalian ini bercandanya kelewatan tau, udah capek nangis-nangis malah kalian begitu !” sahut Cia.
“Tapi lo suka kan?” Jawab Erik sambil cengengesan.
Cia langsung tersenyum tersipu malu.
“Hmmmm jadi, kita resmi pacaran nih?” Tanya Erik sambil menatap Cia dan tersenyum.
“Ya resmilah, gue sma Erik gak bakalan Lama ngasi lu restu. Cieeeeeee jadian, cieeeeee  jomblo hahahaha !” ejek Dony ke Erik.
“Sialan lo, kayak lo gak jomblo aja Don.” Ejek Erik lagi.
“Gue mah Jomblo fisabilillah, iya gak Ton ? Emang lo jones?” Hahahaha ejek Dony ke Erik lagi.
“Sialan lo, bisanya ngeles aja. Udah ah gak usah kita bahas jomblo-jomblo terus, mending kita lihatin Romeo dan Juliet versi Minang !” sahut Erik.
“Iya, kita jadian. Tapi besok aku harus balik ke Lombok.”  Sahut Cia.
“Iya, kamu siap-siap saja.” Kasih tahu orang tuamu, aku akan datang menjemputmu.
“Apa kamu yakin?” Tanya Cia.
“Kamu tahu Romeokan? Tidak ada keraguan sama sekali didalam hatinya untuk ikut mati demi sang kekasih Juliet !” Jawabku.
“Tapi kamu kan bukan Romeo Ton?” Tanya Cia lagi.
“Kamu belum tahu ya, kalo aku ini adalah reingkarnasi dari Romeo. Hahahaha. “ Jawabku sambil tertawa.
“Hahaha kamu bisa aja.” Jawab Cia tersipu malu.
            Setelah melewati banyak drama seperti  sinetron Cinta Suci di SCTV, akhirnya kami berpisah malam itu dan berjanji akan bertemu lagi. Entah kapan ! Suasana berubah seketika ketika kami berpisah di parkiran. Gue, Erik, dan Dony berpelukan satu sama lain, dan malam itu juga, malam pertama kali gue jadian dengan Cia. Sudah jelas gue bahagia, tapi memang kesediahn itu tidak bisa terelakkan lagi. Besok Cia balik lagi ke Lombok, Erik ke Bandung dan Dony ke Banjar. Tuhan apa jadinya gue tanpa mereka!
            Pagi harinya, gue langsung pergi ke Bandara Internasional Minangkabau untuk nganterin sahabat dan pacar gue. Pemberangkatan  pertama ke Banjar akan dilakukan 5 menit lagi. Sumpah, gue sedih banget harus berpisah dengan mereka. Dan 5 menit selanjutnya pemberangkatan ke Bandung dan terakhir Lombok. Oh Tuhan !
“Gaes gue pamit ya, lo lo pada jaga diri baik-baik. Terutama lo Ci, jaga mata, jaga hati, ingat perjuangan Anthon selama 4 tahun buat ngedapetin lo.”  Sahut Dony dan Erik dengan suara terbata-bata, namun masih dengan senyum yang lebar.
“Iya, kalian juga baik-baik disana, cari cewek kayak gue yang setia nungguin seseorang dan bisa nerima pasangan apa adanya. Insyaallah kita gak bakalan lama lagi bertemu, Aamiin.”  Kata Cia sambil berlinang air mata.
            Waktunya pun tiba, Dony, Erik dan terakhir Cia. Satu per satu dari mereka bergegas pergi meninggalkan tanah Minang yang begitu indah. Terimakasih telah hadir didalam hidupku. Dan untuk pertama kalinya air mata ini jatuh tak terelakkan. Selamat jalan sahabatku, semoga esok kita akan berjumpa dengan raut wajah yang bahagia. Aku pasti merindukan kalian.
            Semenjak saat itu, aku memutuskan untuk mencari kesibukan dengan pergi ke tempat-tempat baru yang mungkin bisa gue jelajahi dengan sahabat dan pacar gue yang entah kapan bisa bertemu lagi. Tempat yang pertama gue eksplore adalah Danau Maninjau, yang kata orang tempat itu merupakan tempat yang bisa menenangkan fikiran dengan pemandangannya yang sangat asri. Dan memang benar, tempat ini sangat sejuk dan membuat fikiran menjadi tenang.
            Sepulang dari Danau Maninjau, gue sempatkan berkunjung ke Pusat Kota Bukittinggi hanya untuk menikmati susana malam Jam Gadang yang begitu memesona. Gue inget banget, waktu itu Cia pengen banget kesini hanya buat fotoan doang, hahaha katanya kalo belum kesini, berarti belum ke Sumatera Barat. Tuh kan gue jadi kangen banget sekarang. Gue putuskan untuk Video Call melalui Whatsapp.
“Hai Cia.... salam dari Jam Gadang, katanya dia rindu.” Kapan kesini? Sapaku kepada Cia.
“Hai Ton, Wow diam-diam kamu ke Jam Gadang.” Ihh gak ngajak-ngajak. Jawab Cia sambil histeris
“Besok aku jemput. Dan kita harus eksplore Sumatera Barat, atau kita preewednya disini aja.” Mau? Hahaha. Sahut gue sambil tersenyum.
“Mauuuuu. Ehh... ada kabar baik nih buat kamu. Mamik(sebutan bapak oleh masyarakat Lombok) dan Meme(Sebutan Ibu oleh masyarakat Lombok) katanya mau bertemu sama kamu. Aku sudah cerita semuanya tentang kamu. Daaaaaannnn minggu depan kami sekeluarga akan ke Padang buat  nentuin kapan acara pernikahan kita. Gimana, kamu senang gak?”
            Sebelumnya, aku pernah meminta izin kepada Mamik dan Memenya Cia untuk melamarnya dan melakukan pernikahan di Padang. Semua akomodasi perjalanan kesini memang sudah aku rencanakan agar keluarga calon mertua tidak repot-repot membeli tiket dan segala macamnya. Karena kebetulan juga, bapakku asli orang Lombok dan menetap di Padang, jadi sudah tahu betul acaranya akan seperti apa.
“Wohoooow ini beneran demi apa yank? Oke-oke berarti mulai hari ini aku akan menyiapkan segala sesuatunya, dan orang tuaku pasti akan sangat senang melihat putra kesayangannya menikahi gadis Lombok yang cantik kayak kamu. Dan nanti aku bakalan kasi kejutan buat kunyuk-kunyuk(Erik dan Dony) itu. Awas aja kalo dia sampai gak dateng !” Seruku kepada Cia dengan nada penuh semangat.
“Hahaha terimakasih Anthon, kamu telah menjadikan aku wanita yang sangat bahagia.” Denao Cinto engkau Anthon. Sahut Cia.
“Hahaha... cieee yang bakalan jadi orang Padang. Ambo jugo cinto Cia.” Jawab Anthon dan langsung mengakhiri Video call karena kuota internetnya sudah habis.
            H-3 Keluarganya Cia kesini, ternyata si kunyuk Dony dan Erik lebih awal datang. Hahaha mereka memang paling mengerti kalo di rumah masih butuh tenaga buat mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut pernikahan gue. By the way, Cia datang besok, karena ada sesi pemotretan buat prewedd kita. Dan kalian tahu siapa yang jadi photografernya? Yuap dia adalah Dony yang mirip Tulus yang tidak sama sekali tulus ahahaha. Tapi gue percaya banget sama dia, karena di daerahnya dia membuka studio khusus untuk acara preewed. Lumayan kan buat mengurangi budget. Hahahaha
            Hari yang ditunggu sudah tiba, Cia datang dengan wajah yang sangat cantik dengan hijab yang membuatnya rancak bana. Setelah itu aku langsung menyambutnya dan langsung memberi ruangan untuk istirahat karena besok harus pergi ke tempat-tempat yang sudah direncanakan untuk foto preewedd. Dan pagi pun segera datang.
“Jadi pertama kita mau kemana dulu nih?” Tanya Dony.
“Okey, kalo menurut gue kita ke Museum Adityawarman dulu karena Cia suka banget sama sejarah, nah habis itu kita ke Jenjang Seribu, karena biar ada alamnya gitu kan dan malamnya kita ke Jam Gadang.” Jawab Anthon.
“Okeyyyy cuss berangkat !” Sahut Dony dan Erik.
Setelah melakukan photo preeweed, mereka kembali ke rumah untuk melakukan persiapan pernikahan yang akan berlangsung besok pagi.
“Bro, gi mana ya rasanya besok?” Tanya Antho kepada sahabatnya Dony dan Erick                                                                                 
“Hahaha sialan lo, ngejek atau gi mana sih loh, gue ini masih perjaka, mana gue tahu rasanya !” jawab Dony.
“Iya lo sih, nanya sama kita, tahu apa gue masalah gituan.” Gue masih virgin kali hahaha. Jawab Erik lagi.
            Suasana malam semakin larut membuat  Anthon semakin tidak bisa tidur karena memikirkan hari spesialnya besok bersama Cia. Tidak hanya memikirkan itu saja, Anthon juga menghafalkan ijab kabul yang harus benar-benar diingat sampai waktunya tiba saksi mengatakan SAH !
            Hari bahagia telah tiba, rencannya pagi ini keluarga Cia akan datang  dan sorenya akan dilangsungkan akad nikah. Namun tiba-tiba Cia mendapat kabar bahwa telah terjadi gempa bumi di Lombok yang berkekuatan 6,4 SR yang meluluhlantakkan pulau kecil yang penuh pesona itu. Hingga pada akhirnya pernikahan gue dan Cia tertunda. Saat itu aku mengkhawatirkan Cia yang pada saat itu langsung tidak sadarkan diri karena mendengar berita itu. Tuhan, ujian apa lagi ini?
“Sayang, bangun please !” Kata Anthon dengan nada suara yang lirih dan bergetar sambil membelai kepala Cia.
“Sabar Ton, ini mungkin ujian buat kalian sebelum akhirnya bahagia. Tadi gue sempet ngomong sama bokap Cia, katanya semua aman, hanya saja rumah agak sedikit roboh.” Kata Dony menenangkan.
“Serius? Alhamdulillah Mamiq dan keluarga tidak apa-apa! Sayang, sayang bangun, keluarga di Lombok tidak kenapa-kenapa.” Sahut Anthon ke Dony dan langsung mengusap kepala Cia sambil memberikan tetesan minyak angin.
Akhirnya Cia siuman dan langsung memeluk Anthon sembari minta maaf atas tertundanya pernikahan mereka.
 “Iya sayang. Sekarang kita fikirkan saja bagaimana solusi buat Mamiq dan Meme. Gak mungkin kan dalam situasi seperti ini kita berdiam diri. Tadi Mamiq bilang kalo minggu ini memang tidak bisa tapi insyaallah minggu depan karena harus mengurus warganya(Mamiq adalah seorang kepala desa).” Kata Anthon sambil menenangkan Cia.
            Dengan adanya bencana tersebut maka pernikahan Anthon dan Cia ditunda selama beberapa minggu ke depan. Dony dan Erik pun akan menunggu sampai sahabatnya itu bisa menjadi pasangan yang sah. Untuk menghibur Cia yang masih sedih, Dony dan Erik mengajak mereka ke Weekand Cafe, di mana dulu mereka pertama jadian. Dan disanalah mereka bernostalgia mengenang persahabatan yang berubah menjadi cinta.

No comments:

Post a Comment

Sebuah Puisi : Negeri Lelucon

Negeri Lelucon Ha Ha Ha suaranya yang masih angkuh masih dengan lakon yang sama Negeri kaya, "Katanya" Ya, itu fakta bun...