Kau tahu, setiap orang pasti mempunyai impian yang sudah pasti tinggi tanpa memikirkan kerealistisan hidup mereka. Ya, manusia memang selalu punya cara agar impiannya bisa menjadi kenyataan. Doktrin-doktrin untuk mencapai impian itulah yang membawaku menjadi lebih berani keluar dari zona nyaman ini. Zona nyaman yang masih kurang aman, menurutku sih begitu. Kadang aku berfikir untuk hidup dengan cara yang lurus-lurus saja, kalian tahulah mana yang lurus mana yang belok. Hahaha ! Maksudku, hidup nyaman tanpa beban sepertinya sangat membosankan ! untuk pertama kali dalam hidupku, aku memutuskan untuk menjadi manusia yang Anti-mainstream. Berawal dari tekad dan niat , kisah ini dimulai. Bismillah.
Makhir adalah singkatan
dari “Mahasiswa Akhir” yang bagi sebagian mahasiswa sangat menakutkan terutama
mendengar kata Skripsi. Sebenarnya sih tidak begitu, persepsi kalianlah yang
membuat sugesti didalam hati dan fikiran, sehingga terciptalah yang namanya “Takut”. Oh iya, nama gue Anto, tepatnya
Lalu Anthony Sirhand, bukan Anthony Sisukaginting bukan pula Jhonatan Cristie?
hahaha badminton lovers pasti taulah ya siapa cowok-cowok berprestasi di atas
termasuk gue ! kalian pasti bingung kan mengapa nama gue ada kata “Lalu”? bukannya “Lalu” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yang
banyank seperti sudah lampau atau
bahkan artinya sama dengan kemudian? Jadi gini, bapak gue seorang
bangsawan dari Lombok yang menikah dengan orang Padang. Intinya “Lalu” adalah gelar bangsawan yang
berasal dari Lombok. Sekarang lo paham kan Rik, Do, Ci ?
“Oh begitu ceritanya ton, jadi
gini-gini lo bangsawan juga ternyata, hahaha ! ucap Erik sambil tertawa, dan
Cia pun ikut tersenyum dengan bibirnya yang begitu indah merona.
“Dasar kalian, sini cepatan sungkem
sama gue !!!
Keseruan
kami ber empat memang tidak ada bandingannya, kemanapun selalu bersama-sama
dalam suka maupun duka, hingga pada suatu hari kami harus dipisahkan dengan
adanya “Wisuda”. Kami senang karena
menyelesaikan studi tanpa adanya cap “MaLa”
alias Mahasiswa Lama. Namun dengan begitu, teman-teman yang selama ini
selalu bersama gue harus kembali ke daerahnya masing-masing. Dony dari
Banjarmasin, cowok sok keren yang katanya mirip banget sama penyanyi Tulus. Erik
dari Bandung, cowok lumayan cool yang kata anak-anak kampus mirip banget sama
pemain sinetron Aliando. Hahahaha.....aslinya masih kerenan gue kemana-mana,
kata emak sih gitu. Namanya juga orang tua, sebagai anak harus percaya dong.
Dan yang terakhir Cia dari Lombok, cewek satu-satunya yang selalu membuat hati
gue berdegup kencang. Entah kenapa saat bertemu dengannya serasa mati gaya. Oh
Cia.
Malam terakhir bersama
mereka, kami habiskan waktu di Weekend Cafe yang biasa tempat kami nongkrong
selama ini.
“Gue pasti gak bakalan kangen sama
kalian, hahaha”. Ucap Erik sambil mengusap matanya yang kelihatan memerah.
Sekejap suasana menjadi hening. Dan
Cia langsung menangis tanpa berkata-kata. Maklum, wanita memang diciptakan
dengan hati yang begitu rapuh.
“Ah sudah, kalian ini macam anak
kecil pula, kita ini gak bakalan berpisah selamanya kan ? sahutku sambil
menghentak meja.
“Iya bener tuh, sahut Dony.
“Kalian masih bisa berkumpul, tapi
mungkin aku tidak” ! sahut Cia sambil
mengusap air matanya.
“Kenapa ? Kau sudah tak ingin
melihat kami lagi? Begitu? Tanyaku lagi.
“Aku sangat menyayangi kalian, tapi
kalian tahu aku tidak bisa sembarangan pergi kemana-mana ketika sudah berada di
Lombok ! Kalian sudah tahu apa maksudku. Tujuanku disini hanya untuk kuliah,
dan mana mungkin aku diizinkan pergi kemana-mana dengan alasan bertemu dengan
kalian”. Jelas Cia.
Disaat
itulah, mungkin hanya aku yang paling risau dan gundah, bagaimana bisa aku
hidup tanpa Cia? Apa aku bisa melewati semuanya tanpa Cia? Apakah ini waktu
yang tepat untuk mengutarakan perasaan yang selama empat tahun aku pendam? Yah,
mungkin ini saatnya, Ton ! setelah mikir beberapa saat, Dony pun menyahut .
“Gak apa-apa Ci, kami ngerti kok,
gue ada ide, bagaimana kalo kita saja yang pergi ke tempatmu Ci? Setuju gak
kalian?
“Gue mah setuju aja.” Sahut Erik
sambil minum es tomat kesukaannya.
“Gue sih mau-mau aja sebenernya,
hmmm sekalian aja gue bawa keluarga buat ngelamar Cia.” Kata gue didalam hati.
“Beneran nih kalian mau ke Lombok
demi aku?” Sahut Cia, sambil tersenyum kecil.
“Yah siaaaappp, apa sih yang gak
buat lo Ci, kan lumayan tuh sekalian kita liburan ke Gili.” Sahut Dony dan Erik
dengan semangat.
“Yah gue sih ngikut kalian aja deh,
oh ya Ci, ada yang ingin gue omongin sama lo. Penting ! nanti selesai ini, okey?.” Muka gue seketika jadi
kaku dan dingin.
“Mau ngomong apa? Sekarang aja
ngomongnya ! jawab Cia.
“Iya lo ngomong aja sekarang,
ngapain main rahasia-rahasiaan! Sahut Dony.
Gue terdiam seketika,
merasa bersalah karena keceplosan bilang pengen ngomong berdua saja sama Cia.
Gue gak tau apakah si Dony sama Erik tahu perasaan gue kepada Cia seperti apa,
sebab setiap ada sesuatu yang menimpa Cia, mungkin gue yang selalu
mengabaikannya. Padahal tidak !!! Guelah yang selalu merasa tersiksa ketika dia
menderita. Menyembunyikan perasaan terhadap seseorang memang sangat menyiksa.
Akhirnya dengan sedikit keberanian, gue mengatakan isi hati gue kepada Cia yang
disaksikan langsung oleh kedua sahabat gue, Dony dan Erik.
“Semenjak kita bertemu pertama kali
di Fakultas Seni Universitas Andalas, aku merasa kamulah tulang rusuk yang
selalu aku cari selama ini. Ini bukan lebay atau alay ! Setiap melihatmu, entah
dari kejauhan maupun berpapasan, hati ini selalu bergetar dan memanggilmu. Cia,
maukah kamu menjadi Ibu untuk anak-anak kita nanti? Sahutku kepada Cia sambil
menatapnya.
Cia hanya diam dan melihat
wajah-wajah sahabatnya itu dengan penuh tanda tanya. Namun sebelum Cia
menjawab, Erik langsung berdiri dan membuang gelas jus tomat yang masih terisi
itu ke arah Anthon.
“Sialan lo Ton ! Bagaimana bisa lo suka sama sahabat lo
sendiri? Munafik !!!” Sambil membuang gelas.
“Apa salahnya gue suka sama Cia? Lo
gak ada hak buat ngelarang. Oke lo sahabat gue, tapi tidak semua tentang hidup
gue lo bisa atur ! sahutku kepada Erik.
“Sejak dulu lo memang gak pernah
menghargai persahabatan kita ! Di luar sana masih banyak cewek yang bisa lo deketin, tapi kenapa malah
lo rusak persahabatan ini. Persetan denga cinta ! kata Erik yang saat itu sedang emosi.
Erik
sebenarnya merupakan tipe cowok cool dan cuek dengan sesuatu yang menyangkut
cinta, tapi sangat sensitif ketika teman atau sahabatnya diusik. Begitu
emosinya Erik saat mengetahui gue ada rasa sama Cia. Duuuuuaarrrrr pecah
suasana yang awalnya menyenangkan berubah menjadi mencekam.
“Sudaaaaaaaaahhhhh !!! kalian ini
anak kecil atau apa sebenarnya? Kita ini sahabat, sudah 4 tahun, masak
gara-gara hal sepele kayak gini kalian mau adu urat ah ? kalian sama sekali
tidak menghargai persahabatan kita ! Sekarang keputusan ada sama Cia.” Teriak
Dony.
Dengan
melihat keadaan tersebut, Cia sudah kehabisan kata-kata. Menangis adalah hal
paling mudah saat itu, ketika melihat dua sahabatnya yang paling berharga dalam
hidupnya seketika bertengkar hanya gara-gara dirinya.
“Kalo lo beneran peduli dengan
persahabatan kita, lo harus lupain perasaan cinta kepada Cia. Kalo lo memilih
tetap mencintainya, nikahi dia !” Sahut Erik yang sudah tidak bisa dikontrol
lagi kata-katanya.
“Woiiiiiii lo lo pada bisa diam gak
sih? Duduklah kalian ! selesaikan ini baik-baik. Nah sekarang Ci, lo harus
mengambil keputusan.” Kata Dony sambil memegang bahu Erik dan Anthon agar bisa
duduk lagi.
“Aku mencintaimu Anthon !” dengan
seribu kelebihan dan kekuranganmu, aku sanggup menutupinya dan begitupun kamu,
lengkapilah kekuranganku dengan seribu kelebihanmu. Tegas Cia.
Gue kaget bukan main ! Cia
yang selama ini tidak pernah terbuka dengan kami mengenai perasaan cintanya
terhadap seseorang, justru langsung to the point ! Dony tersenyum dan Erik
langsung diam seribu bahasa.
“Jadi bagaimana nih? Berarti kalian
harus LDR doang hahaha. Seru Dony memecah suasana.”
“Tidak ! seperti yang dikatakan
Erik, gue akan menikahi Cia. Karena gue memilih persahabatan dan cinta !”
jawabku kepada Dony.
Erik
langsung melihat ke arah Dony dan dooooorrrr dorrrrrr doooooorrr suasana pecah untuk ke dua kalinya
! Damn !
“Hahahahaha akting gue bagus gak
tadi Don?” Tiba-tiba Erik teriak lagi.
“Hahahahaha sumpah lo tuh cocok
banget jadi Aliando KW 10. Lo jadi artis aja napa, biar gue juga bisa masuk
infotaiment !” jawab Dony sambil tertawa terpingkal-pingkal.
“Ini maksudnya apa?” jawabku terheran-heran.
“Kita ini sama-sama cowok bro. Gue
tau perasaan lo sejak awal ke Cia itu kayak apa. Apalagi lo tuh Don, pasti peka
banget kan lo kalo masalah cinta-cintaan kayak gitu?” Jawab Erik sambil
menunjuk Dony.
“Ya lo pan tau gue ahli cinta, Mbah
Mijan mah lewat hahahaha.” Jawab Dony sambil melakukan tos tangan dengan Erik.
“Ahhh sialan lu pada, ngerjain gue
lu yah ! awasss lu !” jawab gue kesal.
“Kalian ini bercandanya kelewatan
tau, udah capek nangis-nangis malah kalian begitu !” sahut Cia.
“Tapi lo suka kan?” Jawab Erik
sambil cengengesan.
Cia langsung tersenyum tersipu
malu.
“Hmmmm jadi, kita resmi pacaran
nih?” Tanya Erik sambil menatap Cia dan tersenyum.
“Ya resmilah, gue sma Erik gak
bakalan Lama ngasi lu restu. Cieeeeeee jadian, cieeeeee jomblo hahahaha !” ejek Dony ke Erik.
“Sialan lo, kayak lo gak jomblo aja
Don.” Ejek Erik lagi.
“Gue mah Jomblo fisabilillah, iya
gak Ton ? Emang lo jones?” Hahahaha ejek Dony ke Erik lagi.
“Sialan lo, bisanya ngeles aja.
Udah ah gak usah kita bahas jomblo-jomblo terus, mending kita lihatin Romeo dan
Juliet versi Minang !” sahut Erik.
“Iya, kita jadian. Tapi besok aku
harus balik ke Lombok.” Sahut Cia.
“Iya, kamu siap-siap saja.” Kasih
tahu orang tuamu, aku akan datang menjemputmu.
“Apa kamu yakin?” Tanya Cia.
“Kamu tahu Romeokan? Tidak ada
keraguan sama sekali didalam hatinya untuk ikut mati demi sang kekasih Juliet !”
Jawabku.
“Tapi kamu kan bukan Romeo Ton?”
Tanya Cia lagi.
“Kamu belum tahu ya, kalo aku ini
adalah reingkarnasi dari Romeo. Hahahaha. “ Jawabku sambil tertawa.
“Hahaha kamu bisa aja.” Jawab Cia
tersipu malu.
Setelah
melewati banyak drama seperti sinetron
Cinta Suci di SCTV, akhirnya kami berpisah malam itu dan berjanji akan bertemu
lagi. Entah kapan ! Suasana berubah seketika ketika kami berpisah di parkiran.
Gue, Erik, dan Dony berpelukan satu sama lain, dan malam itu juga, malam
pertama kali gue jadian dengan Cia. Sudah jelas gue bahagia, tapi memang
kesediahn itu tidak bisa terelakkan lagi. Besok Cia balik lagi ke Lombok, Erik
ke Bandung dan Dony ke Banjar. Tuhan apa jadinya gue tanpa mereka!
Pagi
harinya, gue langsung pergi ke Bandara Internasional Minangkabau untuk
nganterin sahabat dan pacar gue. Pemberangkatan
pertama ke Banjar akan dilakukan 5 menit lagi. Sumpah, gue sedih banget
harus berpisah dengan mereka. Dan 5 menit selanjutnya pemberangkatan ke Bandung
dan terakhir Lombok. Oh Tuhan !
“Gaes gue pamit ya, lo lo pada jaga
diri baik-baik. Terutama lo Ci, jaga mata, jaga hati, ingat perjuangan Anthon
selama 4 tahun buat ngedapetin lo.” Sahut Dony dan Erik dengan suara terbata-bata,
namun masih dengan senyum yang lebar.
“Iya, kalian juga baik-baik disana,
cari cewek kayak gue yang setia nungguin seseorang dan bisa nerima pasangan apa
adanya. Insyaallah kita gak bakalan lama lagi bertemu, Aamiin.” Kata Cia sambil berlinang air mata.
Waktunya
pun tiba, Dony, Erik dan terakhir Cia. Satu per satu dari mereka bergegas pergi
meninggalkan tanah Minang yang begitu indah. Terimakasih telah hadir didalam
hidupku. Dan untuk pertama kalinya air mata ini jatuh tak terelakkan. Selamat
jalan sahabatku, semoga esok kita akan berjumpa dengan raut wajah yang bahagia.
Aku pasti merindukan kalian.
Semenjak
saat itu, aku memutuskan untuk mencari kesibukan dengan pergi ke tempat-tempat
baru yang mungkin bisa gue jelajahi dengan sahabat dan pacar gue yang entah
kapan bisa bertemu lagi. Tempat yang pertama gue eksplore adalah Danau
Maninjau, yang kata orang tempat itu merupakan tempat yang bisa menenangkan
fikiran dengan pemandangannya yang sangat asri. Dan memang benar, tempat ini
sangat sejuk dan membuat fikiran menjadi tenang.
Sepulang
dari Danau Maninjau, gue sempatkan berkunjung ke Pusat Kota Bukittinggi hanya
untuk menikmati susana malam Jam Gadang yang begitu memesona. Gue inget banget,
waktu itu Cia pengen banget kesini hanya buat fotoan doang, hahaha katanya kalo
belum kesini, berarti belum ke Sumatera Barat. Tuh kan gue jadi kangen banget
sekarang. Gue putuskan untuk Video Call melalui Whatsapp.
“Hai Cia.... salam dari Jam Gadang,
katanya dia rindu.” Kapan kesini? Sapaku kepada Cia.
“Hai Ton, Wow diam-diam kamu ke Jam
Gadang.” Ihh gak ngajak-ngajak. Jawab Cia sambil histeris
“Besok aku jemput. Dan kita harus
eksplore Sumatera Barat, atau kita preewednya disini aja.” Mau? Hahaha. Sahut
gue sambil tersenyum.
“Mauuuuu. Ehh... ada kabar baik nih
buat kamu. Mamik(sebutan bapak oleh masyarakat Lombok) dan Meme(Sebutan Ibu
oleh masyarakat Lombok) katanya mau bertemu sama kamu. Aku sudah cerita
semuanya tentang kamu. Daaaaaannnn minggu depan kami sekeluarga akan ke Padang
buat nentuin kapan acara pernikahan
kita. Gimana, kamu senang gak?”
Sebelumnya,
aku pernah meminta izin kepada Mamik dan Memenya Cia untuk melamarnya dan
melakukan pernikahan di Padang. Semua akomodasi perjalanan kesini memang sudah
aku rencanakan agar keluarga calon mertua tidak repot-repot membeli tiket dan
segala macamnya. Karena kebetulan juga, bapakku asli orang Lombok dan menetap
di Padang, jadi sudah tahu betul acaranya akan seperti apa.
“Wohoooow ini beneran demi apa
yank? Oke-oke berarti mulai hari ini aku akan menyiapkan segala sesuatunya, dan
orang tuaku pasti akan sangat senang melihat putra kesayangannya menikahi gadis
Lombok yang cantik kayak kamu. Dan nanti aku bakalan kasi kejutan buat
kunyuk-kunyuk(Erik dan Dony) itu. Awas aja kalo dia sampai gak dateng !” Seruku
kepada Cia dengan nada penuh semangat.
“Hahaha terimakasih Anthon, kamu
telah menjadikan aku wanita yang sangat bahagia.” Denao Cinto engkau Anthon.
Sahut Cia.
“Hahaha... cieee yang bakalan jadi
orang Padang. Ambo jugo cinto Cia.” Jawab Anthon dan langsung mengakhiri Video
call karena kuota internetnya sudah habis.
H-3
Keluarganya Cia kesini, ternyata si kunyuk Dony dan Erik lebih awal datang.
Hahaha mereka memang paling mengerti kalo di rumah masih butuh tenaga buat
mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut pernikahan gue. By the way, Cia
datang besok, karena ada sesi pemotretan buat prewedd kita. Dan kalian tahu
siapa yang jadi photografernya? Yuap dia adalah Dony yang mirip Tulus yang
tidak sama sekali tulus ahahaha. Tapi gue percaya banget sama dia, karena di
daerahnya dia membuka studio khusus untuk acara preewed. Lumayan kan buat
mengurangi budget. Hahahaha
Hari
yang ditunggu sudah tiba, Cia datang dengan wajah yang sangat cantik dengan
hijab yang membuatnya rancak bana. Setelah itu aku langsung menyambutnya dan
langsung memberi ruangan untuk istirahat karena besok harus pergi ke
tempat-tempat yang sudah direncanakan untuk foto preewedd. Dan pagi pun segera
datang.
“Jadi pertama kita mau kemana dulu nih?”
Tanya Dony.
“Okey, kalo menurut gue kita ke
Museum Adityawarman dulu karena Cia suka banget sama sejarah, nah habis itu
kita ke Jenjang Seribu, karena biar ada alamnya gitu kan dan malamnya kita ke
Jam Gadang.” Jawab Anthon.
“Okeyyyy cuss berangkat !” Sahut
Dony dan Erik.
Setelah melakukan photo
preeweed, mereka kembali ke rumah untuk melakukan persiapan pernikahan yang
akan berlangsung besok pagi.
“Bro, gi mana ya rasanya besok?”
Tanya Antho kepada sahabatnya Dony dan Erick
“Hahaha sialan lo, ngejek atau gi
mana sih loh, gue ini masih perjaka, mana gue tahu rasanya !” jawab Dony.
“Iya lo sih, nanya sama kita, tahu
apa gue masalah gituan.” Gue masih virgin kali hahaha. Jawab Erik lagi.
Suasana
malam semakin larut membuat Anthon
semakin tidak bisa tidur karena memikirkan hari spesialnya besok bersama Cia.
Tidak hanya memikirkan itu saja, Anthon juga menghafalkan ijab kabul yang harus
benar-benar diingat sampai waktunya tiba saksi mengatakan SAH !
Hari
bahagia telah tiba, rencannya pagi ini keluarga Cia akan datang dan sorenya akan dilangsungkan akad nikah.
Namun tiba-tiba Cia mendapat kabar bahwa telah terjadi gempa bumi di Lombok
yang berkekuatan 6,4 SR yang meluluhlantakkan pulau kecil yang penuh pesona
itu. Hingga pada akhirnya pernikahan gue dan Cia tertunda. Saat itu aku
mengkhawatirkan Cia yang pada saat itu langsung tidak sadarkan diri karena
mendengar berita itu. Tuhan, ujian apa lagi ini?
“Sayang, bangun please !” Kata
Anthon dengan nada suara yang lirih dan bergetar sambil membelai kepala Cia.
“Sabar Ton, ini mungkin ujian buat
kalian sebelum akhirnya bahagia. Tadi gue sempet ngomong sama bokap Cia,
katanya semua aman, hanya saja rumah agak sedikit roboh.” Kata Dony
menenangkan.
“Serius? Alhamdulillah Mamiq dan
keluarga tidak apa-apa! Sayang, sayang bangun, keluarga di Lombok tidak
kenapa-kenapa.” Sahut Anthon ke Dony dan langsung mengusap kepala Cia sambil
memberikan tetesan minyak angin.
Akhirnya Cia siuman dan langsung
memeluk Anthon sembari minta maaf atas tertundanya pernikahan mereka.
“Iya sayang. Sekarang kita fikirkan saja
bagaimana solusi buat Mamiq dan Meme. Gak mungkin kan dalam situasi seperti ini
kita berdiam diri. Tadi Mamiq bilang kalo minggu ini memang tidak bisa tapi
insyaallah minggu depan karena harus mengurus warganya(Mamiq adalah seorang
kepala desa).” Kata Anthon sambil menenangkan Cia.
Dengan
adanya bencana tersebut maka pernikahan Anthon dan Cia ditunda selama beberapa
minggu ke depan. Dony dan Erik pun akan menunggu sampai sahabatnya itu bisa
menjadi pasangan yang sah. Untuk menghibur Cia yang masih sedih, Dony dan Erik
mengajak mereka ke Weekand Cafe, di mana dulu mereka pertama jadian. Dan
disanalah mereka bernostalgia mengenang persahabatan yang berubah menjadi
cinta.

No comments:
Post a Comment